Untitled-2

Perawatan Bayi Baru Lahir

Tips Melancarkan Keluarnya ASI Secara Alami

Makanan Pelancar ASI

Kadang beberapa ibu yang baru saja melahirkan ada yang bermasalah dengan ASI yang belum lancar dan tidak melimpah. Sehingga membuat stres dan khawatir jika si bayi tidak tercukupi kebutuhan ASInya. Beberapa jenis makanan di bawah ini  dipercaya dapat membantu melancarkan air susu ibu (ASI) agar produksinya melimpah.
Kedelai
Kedelai memang sumber protein nabati, mengandung vitamin K, mangan, Asan folat, vitamin C, riboflavin, besi, magnesium, fosfor, dan kalium. Baik untuk memenuhi kebutuhan protein harian ibu menyusui yang mencapai 65 gram. Jika Anda lelah makan ikan, ayam atau daging sebagai sumber protein, cobalah kacang kedelai / edamame (kedelai jepang). Kekurangan protein bisa membuat produksi ASI berkurang, bahkan dalam cadangan tubuh protein juga akan berkurang. Anda dapat mengolahnya dalam bentuk kedelai rebus sebagai (camilan), atau sebagai campuran masakan. Selain kacang kedelai, kacang-kacangan lain yang sangat membantu memperlancar produksi ASI adalah kacang tanah, jagung marning, kacang hijau, kacang merah.
Katuk
daun katuk
Daun katuk kaya akan protein, fosfor kalium, zat besi, vitamin A, B1, dan vitamin C. Daun katuk juga mengandung alkaloid dan sterol yang mempengaruhi produksi susu. Dalam 100 gram daun katuk juga mengandung 239 mg vitamin C. Angka tersebut sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui, yaitu 95 mg. Tidak perlu khawatir kelebihan vitamin C karena ambang toleransi adalah 2000 mg / hari. Hanya dengan makan sayur daun katuk, sebenarnya Anda tidak perlu mengonsumsi suplemen vitamin C lagi.
Bunga dan Daun Pepaya
bunga pepaya
Kandungan bunga pepaya kaya vitamin A dan vitamin C, selain itu juga mengandung kalsium dan fosfor. Kedua zat tersebut membantu mempercepat proses pencernaan protein dengan bantuan enzim papain, yang tidak hanya terdapat dalam bunga, tetapi juga dalam buah dan daun. Enzim papain juga berguna untuk memecah protein yang Anda makan, terutama ketika protein menyusui membutuhkan sekitar dua kali lebih tinggi dari permintaan normal. Bunga pepaya juga dapat merangsang nafsu makan. Bunga dan daun pepaya sangat nikmat ditumis, direbus baik dalam bentuk sayur maupun untuk campuran salad.
Bayam hijau / merah
bayam
Bayam kaya vitamin B6, za besi, protein, thiamin, ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, vitamin A, C, E, dan K. Selain untuk kebutuhan ibu menyusui, gizi yang dikandung dalam bayam juga baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh bayi agar kuat, yakni yang berasal dari vitamin B6. Saat menyusui, vitamin B6 Anda perlu asupan lebih tinggi daripada wanita yang tidak menyusui atau hamil. Dengan konsumsi bayam lebih dari jumlah orang normal, vitamin B6 akan meningkat dalam ASI. Bayam berkalori rendah, tidak mengandung lemak, namun kaya akan nutrisi. Tip memilih bayam, sebaiknya pilih warna bayam yang berwarna hijau tua/merah tua (solid). Intensitas warna dalam bayam merupakan salah satu indikasi kandungan karoten yang lebih banyak, yakni yang berguna melawan radikal bebas.
Buah-buahan yang mengandung banyak air
pepaya
Ibu menyusui membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak daripada orang yang tidak menyusui. Hal ini terkait dengan produksi air susu dan untuk keseimbangan cairan di dalam tubuh ibu menyusui sendiri. Nah, konsumsi buah tropis atau yang mengandung banyak air sangat dianjurkan untuk biu menyusui. Misalnya adalah melon, pepaya, semangka, timun suri, jeruk, dll.
Madu/Sari kurma
sari kurma
Sari kurma atau madu murni dipercaya berkasiat memperlancar ASI serta membuatnya melimpah. Kurma mengandung suatu hormon yang sering disebut dengan hormon potuchin, yang menurut para pakar medis, hormon ini berfungsi untuk mengikat rahim dan otot rahim sehingga dapat membantu mengurangi pendarahan pasca melahirkan. Selain itu, juga terkandung hormon oksitosin yang dapat membantu merangsang kontraksi pada otot-otot rahim sehingga mempermudah persalinan. Hormon ini juga akan membantu memacu kontraksi di pembuluh darah vena yang ada di sekitar payudara ibu, sehingga memacu kelenjar air susu untuk memproduksi ASI.
Jintan Hitam / habbatussauda
habbatussauda / jintan hitam
Menurut hasil penelitian Universitas Potchestroom tahun 1989, kombinasi kandungan lemak tak jenuh (lipida) dapat memperlancar produksi ASI, minyak habbatussauda juga dapat digunakan untuk mengolesi payudara saat bengkak (pemijatan) agar ASI lancar ketika sehabis melahirkan. Serta kandungan arginine di dalam habatussauda juga bermanfaat bagi untuh kembang bayi (jika dikonsumsi ibu menyusui).
Nah, selain asupan makanan yang bergizi dan makanan pelancar asi tersebut di atas, dianjurkan ibu yang baru melahirkan rajin memberi ASI yang langsung kepada bayi (menyusu langsung) walaupun ASI belum keluar/belum lancar dari payudara ibu menyusui. Hisapan bayi secara langsung malah bertujuan untuk merangsang keluar ASI agar lancar dan melimpah. Selain itu, jaga mood/psikis ibu menyusui, jangan sampai khawatir atau stress jika ASI tidak memenuhi atau tidak keluar. Yakin bahwa ASI akan lancar dan melimpah, pasti ASI ibu akan lancar dan melimpah.

Tips Melancarkan Keluarnya ASI Secara Alami

Air susu ibu atau lebih dikenal dengan sebutan ASI sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir. ASI sendiri memiliki banyak kandungan di dalamnya sehingga dapat membuat bayi memperoleh banyak asupan yang sesuai jika dibandingkan dengan meminum susu formula buatan pabrik-pabrik. Usia bayi yang baik untuk mendapatkan ASI adalah saat mereka berusia 0-6 bulan. Pada usia-usia ini bayi sangat membutuhkan asupan nutrisi yang banyak. Dan air susu yang memiliki banyak kandungan nutrisi adalah ASI. Bagi para ibu sendiri memiliki ASI yang sehat, lancar dan eksklusif pun menjadi impian mereka semua. Akan tetapi banyak dari mereka yang tidak mendapatkan kelancaran saat menyusui bayi mereka.
Sejatinya banyak faktor yang mempengaurhi produksi ASI. Dan produksi ASI di dalam tubuh bergantung terhadap dua hormon yaitu prolaktin dan oksitosin. Prolaktin sendiri sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Sedangkan untuk hormon oksitosin berpengaruh terhadap proses pengelauran ASI. Semakin banyak nutrisi yang masuk ke sang Ibu maka semakin banyak hormon prolaktin, dan semakin banyak pula produksi air susunya. Oleh karena itu banyak yang menghimbau terhadap ibu-ibu yang menyusui untuk selalu memperhatikan makanan yang mereka makan agar makanan tersebut juga bisa mengahislkan nutrisi yang bertujuan untuk memperlancar dalam memproduksi ASI. Untuk oksitosin sendiri bekerjanya hormon ini tergantung akan sering atau tidak puting susunya dihisap oleh bayi mereka. Semakin sering dihisap maka akan semakin banyak produksi hormon oksitosin yang berdampak terhadap lancarnya ASI yang keluar. Hormon oksitosin ini sering disebut juga dengan hormone kasih saying, karena berhubungan dengan susasana hati dan perasaan seorang ibu pada saat mereka meyususi bayinya. Akan tetapi jika kedua hormone ini tidak bekerja secara lancar maka ada beberapa tips untuk membuat kedua hormone ini bekerja secara optimal.

1. Penuhi kebutuhan nutrisi, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang dan baik. Hal ini bertujuan agar ASI yang keluar dapat lancar dan eksklusif.
2. Meningkatkan frekuensi menyusui, memompa dan memeras ASI, hal ini bertujuan untuk menciptakan produksi ASI yang banyak. Dapat diketahui bahwa semakin jarang si bayi disusui oleh ibunya, maka semakin berkurang produksi ASI oleh sang ibu. Jika sang ibu pun sibuk bekerja, jarang bekerja dan takut akan berkurangnya produksi ASI, maka sang ibu tersebut dapat menggunakan alat khusus yang berfungsi untuk memompa payudara agar produksi ASI tetap banyak.
3. Meminimalisir tingkat gangguan psikologis yang dialami, gangguan ini misalnya seperti stres, dll. Stres sendiri dapat mengakibatkna produksi ASI berkurang. Ini terjadi karena sang ibu tidak dalam keadaan rileks, tenang, dan senang. Faktor kejiwaan pun menjadi penyebab berkurangnya ASI dan berakibat buruk terhadap sang bayi karena jumlah ASI yang mereka hisap semakin sedikit.
4. Merawat payudara, ASI memang tergantung terhadap nutrisi yang terkandung di dalam tubuh sang ibu. Akan tetapi menjaga keindahan bentuk payudara pun juga sangat penting karena banyak perempuan yang tidak mau menyusui anaknya hanya gara-gara mereka takut payudara merea menjadi lembek dan tidak kencang. Oleh karena itu diperlukan sedikit perawatan untuk payudara sang ibu. Caranya adalah dengan memijat-mijat payudara, membersihkan payudara dengan menggunakan air hangat dan air dingin secara bergantian.
Yang utama dan paling penting adalah ASI pertama yang berwarna kuning keemasan dan agak kental (kolostrum) jangan dibuang, langsung diberikan pada bayi. ASI tersebut sangat penting bagi imunitas bayi . Apa pentingnya kolostrum bagi bayi?
Bayi yang baru lahir memiliki sistem pencernaan yang sangat kecil, dan kolostrum memberikan nutrisi dalam volume kecil, tetapi berkonsentrasi tinggi (pekat). Ini memiliki efek pencahar ringan, membersihkan saluran pencernakan melalui tinja pertama bayi, yang disebut mekonium. Pencahar ringan ini akan membersihkan kelebihan bilirubin, suatu produk limbah dari sel darah merah yang mati, yang diproduksi dalam jumlah besar saat lahir akibat penurunan volume darah, dari tubuh bayi dan membantu mencegah penyakit kuning. Kolostrum dikenal mengandung antibodi yang disebut immunoglobulin seperti IgA, IgG, dan IgM pada mamalia.
Apabila Anda akan menyusui bayi Anda, ada sedikit tips agar Anda bisa melakukan kegiatan menyusui dengan baik.
  • Perawatan payudara. Pada saat mandi bersihkanlah payudara, gunakan sabun tetapi jangan sabuni pada bagian puting dan aerolanya (bagian berwarna gelap sekitar puting). Sabun dapat menghilangkan cairan alami yang melindungi puting. Buanglah sisa ASI dengan menggunakan tangan atau dibantu dengan pompa khusus.
  •  Rasa pedih pada payudara dapat dihilangkan dengan mandi air hangat, mendapatkan udara dan sinar matahari cukup serta mengoleskan lanolin.
  • Sebelum mulai menyusui, sediakan waktu untuk bermain dahulu dengan bayi Anda sehingga suasana menjadi rileks dan nyaman. Pastikan bayi dalam keadaan kering, nyaman, dan tidak mengantuk. Carilah posisi yang enak buat Ibu dan bayi Ibu.
  • Setiap kali menyusui maka usahakan agar bayi menyusu dari kedua payudara ibu. Mulailah dengan payudara yang terakhir disusui bayi. Hal ini membantu untuk mengosongkan payudara sehingga produksi ASI akan semakin meningkat. Pastikan agar mulut bayi menutupi aerola, dengan demikian membantu menekan saluran air susu sehingga mempercepat pengeluaran ASI.
  • Bayi Ibu akan membantu Ibu mengetahui berapa lama waktu menyusui yang ia inginkan. Untuk pertama kali, Ibu dapat memulai dengan menyusui selama 5 menit pada setiap payudara dan menambahkan waktu menyusui secara bertahap hingga mencapai waktu yang sesuai untuk kedua belah pihak.
  • Setelah cukup, secara perlahan tekanlah payudara dari sudut mulut bayi dengan menggunakan jari ibu hingga payudara terlepas dari mulut bayi.
  • Hindari menyusui di ranjang terutama pada malam hari, untuk mencegah kemungkinan ibu jatuh tertidur.
Berikut beberapa jenis makanan dan tips seputar pola makan yang sehat untuk Anda:
  • Sebisa mungkin hindari makanan kemasan, karena bahan yang segar jauh lebih baik nutrisinya, serta dapat menjadi pasokan energi yang jauh lebih baik, sehingga Anda pun akan merasa kenyang lebih lama.
  • Makanlah jenis makanan yang bervariasi, agar bayi Anda juga memperoleh berbagai macam vitamin yang diperlukannya. Untuk menu hari ini, coba konsumsi apa yang tidak Anda konsumsi kemarin. Begitu seterusnya…
  • Jangan takut dengan kata ‘lemak’, karena banyak jenis lemak yang baik bagi kesehatan dan perlu Anda konsumsi. Contohnya, minyak zaitun, lemak yang terkandung dalam ikan salmon, alpukat, dan kacang.
  • Konsumsi susu rendah lemak, yoghurt, dan keju sangat baik bagi si kecil, karena mengandung kalsium, protein dan vitamin.
  • Batasi konsumsi lemak jenuh seperti yang terdapat pada daging berlemak, minyak kelapa, serta mentega. Bukannya sama sekali tidak , tapi dibatasi konsumsinya.
  • Berbagai zat kimia yang Anda konsumsi juga bisa Anda transfer kepada bayi Anda melalui ASI, oleh sebab itu berhati-hatilah dalam memilih makanan dan cemilan. Zat kimia yang sangat sering ditemui pada bahan makanan adalah pestisida. Pastikan Anda mencuci semua buah dan sayuran yang Anda beli, dan untuk lebih amannya, buah-buahan seperti apel, pir dan sejenisnya dikupas dulu kulitnya sebelum Anda makan. Jenis buah dan sayuran yang biasanya lebih aman dari pestisida diantaranya: bawang, jagung manis, kol, kentang manis, jamur, nanas, alpukat, mangga, kiwi, semangka, dan anggur.
  • Konsumsilah ikan dan makanan laut lainnya, karena mengandung nutrisi yang baik untuk Anda dan si kecil, seperti DHA, EPA dan Omega-3. Namun demikian, jangan terlalu banyak memakan tuna atau sardin kalengan – lebih baik ikan segar.
  • Jangan abaikan konsumsi air putih. Minumlah air putih yang cukup. Berapa liter per hari? Yang penting, minumlah setiap kali Anda merasa haus. Jika urin Anda bening atau berwarna sedikit kuning, maka ini pertanda Anda meminum cukup air putih.

Cara Merawat Payudara Saat Menyusui

ASI berperan sangat besar dalam memberikan perlindungan bayi dari berbagai infeksi bagi bayi yang lahir prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah. Berbagai penelitian juga membuktikan bahwa ASI memberikan perlindungan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang daya tahan tubuh, obesitas, dan beberapa jenis kanker tertentu.
Mengingat pentingnya ASI bagi bayi Anda, maka perawatan payudara saat menyusui harus mendapatkan perhatian serius dari ibu menyusui. Manfaat yang bisa didapatkan, selain Anda merasa nyaman dan payudara terawat, bayi  juga akan tetap sehat. Payudara ibu menyusui yang sehat dan terawat akan melancarkan produksi ASI sehingga kebutuhan bayi akan tercukupi. Nah, bagi Anda yang belum mengetahui cara merawat payudara saat menyusui, berikut kami informasikan cara merawat payudara saat menyusui.
  1. Penggunaan bra yang tepat. Gunakan bra yang dapat menyerap keringat, menyangga payudara dengan baik dan tidak sempit. Agar lebih nyaman dan mudah saat memberikan ASI gunakan bra khusus ibu menyusui, yang bisa dibuka tanpa melepas bra. Bila kurang nyaman saat tidur, Anda bisa menggunakan BH untuk olahraga dari bahan katun.
  2. Bersihkan kedua puting payudara dengan menggunakan air hangat setelah mandi. Hindari penggunaan sabun di bagian puting, karena akan menyebabkan puting kering, lapisan puting bisa terkelupas sehingga menimbulkan rasa nyeri payudara saat menyusui, serta bisa juga menyebabkan rasa gatal.
  3. Apabila Anda mengalami puting yang sembunyi, cobalah gunakan alat penarik puting (nipple corecctor). Namun, biasanya alat ini membutuhkan waktu hingga beberapa hari bahkan beberapa kasus membutuhkan waktu berminggu-minggu. Permasalahan puting yang sembunyi ini sebenarnya harus diatasi mulai dari awal kehamilan. Yaitu dengan pemijatan dan perawatan payudara saat hamil.
  4. Pemijatan puting dan sekitarnya dengan ibu jari dan telunjuk. Pemijatan bisa menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun, agar kulit mati pada puting bisa terkelupas, dan menjaganya tetap lembab. Pemijatan dan pengurutan dilakukan disekitar  areola untuk mengeluarkan ASI selama 15-20 kali putaran. Proses pengurutan ini sebaiknya dilakukan 1-2 hari setelah Anda melahirkan. Anda bisa menggunakan minyak zaitun le riche atau minyak zaitun al amir untuk memijat payudara Anda.
  5. Keluarkan beberapa tetes ASI dan oleskan disekitar puting setelah menyusui (memiliki efek penyembuhan), dan biarkan kering sebelum menutup payudara.
  6. Bila puting lecet atau nyeri karena posisi menyusui atau cara mengisap yang salah, cobalah ganti posisi dengan menyusui dari puting yang tidak sakit. Dan cobalah susui bayi sebelum sangat lapar sehingga ia tidak mengisapnya terlalu kuat.

Posisi Menyusui Yang Benar

 
ASI atau Air Susu Ibu adalah makanan pokok yang paling pokok bagi bayi. Sudah selayaknya seorang ibu memberikan ASI eksklusif bagi bayinya, selama masih mampu menyusui (bukan karena sakit atau gangguan). ASI memiliki banyak keuntungan yang didapat ibu dan bayi.
Bagi ibu menyusui, ASI membantu melepaskan hormon oksitosin yang dapat membantu mengecilkan rahim dan mengendalikan pendarahan. Selain itu, ASI mudah dan ekonomis.
Bagi bayi, ASI memiliki asupan gizi dan imun yang tidak ada pada susu formula. Selain itu, ASI juga mendekatkan emosi bayi dengan ibunya.
Sayangnya, masih banyak ibu yang belum mengetahui cara menyusui yang benar. Berikut adalah posisi menyusui yang benar menurut para ahli:
  1. kepala dan tubuh bayi dalam posisi lurus.
  2. bayi menghadap ke payudara ibu dengan hidung menempel pada puting payudara.
  3. mulut bayi terbuka lebar dengan dagu menyentuh payudara ibu.
  4. tubuh ibu dan bayi menempel. [hidepost=0]
  5. ibu menahan seluruh tubuh bayi, bukan hanya bagian kepala dan bahu
Berikut adalah gambar-gambar posisi menyusui yang benar:
1.
2.
3.